Tradisi Sedekah “MANGANAN”

Manganan Sumur Mbale Romo

Srikandang(26/08/2018).Sedekah Bumi Desa Srikandang Kec.Bangsri Kab.Jepara yang biasa dilaksanakan pada hari Rabu Legi malam Kamis Pahing di bulan Dulhijah (Besar dalam basa Jawa) di tiap tahunnya.Sebelumnya Pamong Desa beserta masyarakat umum melaksanakan ziarah dan doa bersama untuk mengirim Doa kepada para lelulur Desa Srikandang dengan mengeluarkan shodaqoh/sedekah berupa nasi dan lauknya untuk dimakan bersama yang bertujuan memohon kepada ALLAH SWT agar pelaksanaan Sedekah Bumi yang akan dilaksanan bisa berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.

Kegiatan tersebut dalam masyarakat lokal disebut dengan istilah “MANGANAN”.Yang berasal dari Basa Jawa yaitu Pangan = Makan.Berhubung makannya dilakukan secara bersama-sama dengan cara nasi dan lauk dari masyarakat dijadikan satu untuk dimakan secara bersama – sama sebagai simbol kebersamaan dan persatuan umat antara warga dan Pamong Desa dalam.menjalankan dan membangun Desa Srikandang.

Manganan di Punden Mbah Srikandi

Rangkaian Kegiatan Manganan Sedekah Bumi dilaksakan sebelum Pelaksanaan Sedekah Bumi pada hari :

1.Kamis Kliwon malam Jumat Legi di Punden “Mbah Srikandi”

2.Kamis Kliwon malam Jumat Legi di Makam “Mbah Rombong”

3.Sabtu Pahing malam Minggu Pon di ” Sumur Mbale Romo”.

 

Manganan Makam Mbah Rombong

Itulah kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemerintah Desa bersama masyarakat sebelum pelaksanaan Sedekah Bumi Desa.Untuk masyarakat sekitar yang belum bisa hadir pada malam harinya,biasanya juga ada yang siang harinya.(aryo)

 

 

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan